Surplus, Elastisitas, Pajak & Keseimbangan Pasar
Diketahui fungsi permintaan P = 45 β Β½Q. Besarnya surplus konsumen pada saat Q = 25 adalah β¦.
π Langkah 1 β Tentukan P_max dan P_aktual:
π Langkah 2 β Hitung CS:
π Interpretasi Grafik: CS adalah area segitiga biru di bawah kurva permintaan dan di atas garis harga P = 32,5, dari Q = 0 sampai Q = 25.
Di bawah monopoli, kuantitas yang dijual dan harga pasar ditentukan oleh fungsi permintaan. Jika fungsi permintaan untuk seorang monopolis yang memaksimumkan laba adalah P = 274 β QΒ² dan MC = 4 + 3Q, maka besarnya surplus konsumen adalah β¦.
π Langkah 1 β Cari Q optimal (MR = MC):
π Langkah 2 β Hitung P saat Q = 9:
π Langkah 3 β Hitung CS:
π Interpretasi: CS = 486 adalah area di bawah kurva permintaan (yang bersifat non-linear/kuadratik) dan di atas garis harga P = 193, dari Q = 0 sampai Q = 9.
Fungsi permintaan dan penawaran suatu produk dapat diformulasikan sebagai berikut: Q = 800 β 2P dan 2Q = β200 + 4P. Besarnya surplus yang diterima oleh produsen pada saat terjadinya keseimbangan pasar adalah β¦.
π Langkah 1 β Cari keseimbangan pasar:
π Langkah 2 β Hitung Producer Surplus (PS):
π Interpretasi Grafik: PS adalah area segitiga hijau di atas kurva supply dan di bawah garis harga P = 225, dari Q = 0 sampai Q = 350.
Diketahui fungsi keseimbangan pasar Qd = 17.200 β 5P dan Qs = 4P β 800. Setelah pemerintah menetapkan pajak, harga dan kuantitas keseimbangan berubah menjadi Rp 2.080 dengan 6.800 unit barang. Besarnya pajak yang dibayarkan oleh produsen adalah sebesar β¦.
π Langkah 1 β Keseimbangan awal (sebelum pajak):
π Langkah 2 β Hitung pajak total per unit (t):
π Langkah 3 β Hitung beban pajak produsen:
π Verifikasi:
π― Kesimpulan: Dari total pajak Rp 180 per unit, konsumen menanggung Rp 80 dan produsen menanggung Rp 100.
Diketahui fungsi permintaan Qd = 1.200 β 5P dan fungsi penawaran Qs = β10 + 6P. Berapakah selisih surplus produsen dan konsumen?
π Langkah 1 β Cari keseimbangan pasar:
π Langkah 2 β Hitung CS dan PS:
π Langkah 3 β Hitung selisih:
π Interpretasi: CS lebih besar daripada PS karena kurva permintaan lebih landai (elastis) dibandingkan kurva penawaran. Selisihnya sekitar 7.042.
Jika permintaan suatu barang bersifat elastis uniter, maka β¦.
π Penjelasan:
Pada elastisitas uniter, setiap perubahan harga akan diimbangi secara proporsional oleh perubahan kuantitas yang berlawanan arah:
π Mengapa Bukan Pilihan Lain?
β’ A & B: TR tidak naik/turun persis 5%, melainkan tidak berubah.
β’ D & E: Kurva permintaan elastis uniter berbentuk hiperbola (Q = k/P), bukan garis lurus. Garis lurus memiliki elastisitas yang berbeda-beda di setiap titik.
Penerimaan total dari penjualan X adalah TR = 80Q β 2QΒ². Maka penerimaan marjinal (MR) pada elastisitas permintaan = β4 adalah β¦.
π Langkah 1 β Tentukan fungsi P(Q):
π Langkah 2 β Tentukan Q saat E = β4:
π Langkah 3 β Hitung MR:
π Verifikasi dengan rumus MR = P(1 + 1/E):
π― Kesimpulan: Pada elastisitas E = β4, penerimaan marjinal (MR) adalah 48.
Apabila diketahui permintaan akan cabai tercermin dalam fungsi Qd = 16.000 β 25P dan fungsi penawaran Qs = β4.000 + 15P. Karena cabai merupakan komoditi yang bersifat krusial, pemerintah menetapkan Ceiling Price sebesar Rp 275 untuk setiap onsnya. Maka besarnya Deadweight Loss adalah sebesarβ¦.
π Langkah 1 β Keseimbangan pasar awal:
π Langkah 2 β Analisis pada Ceiling Price P = 275:
π Langkah 3 β Hitung DWL:
π Interpretasi: DWL = 607.500 merepresentasikan kehilangan kesejahteraan sosial akibat kebijakan ceiling price, yaitu transaksi yang seharusnya terjadi (antara Q = 125 sampai Q = 3.500) namun tidak terlaksana karena produsen tidak mau supplying pada harga rendah.