πŸ“š Kumpulan Soal Ekonomi

Pasar & Keseimbangan - Lengkap dengan Pembahasan

SOAL 26

Pajak dan Surplus Konsumen

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Harga (Ribu Rupiah) Kuantitas (unit) Demand S0 S1
Demand & S0
S1 (setelah pajak)
CS Awal (Rp. 80 juta)
CS Setelah Pajak (Rp. 45 juta)

Merujuk pada grafik di atas, asumsikan bahwa berada pada posisi kesetimbangan (equilibrium) di harga Rp. 6.000 per unit dengan kuantitas produk sebanyak 40.000 unit. Apabila pemerintah menetapkan pajak sebesar Rp. 2.000,- per unit, surplus konsumen (consumer surplus) akan mengalami:

βœ… Jawaban: A. Penurunan dari Rp. 80.000.000,- menjadi Rp. 45.000.000,-

πŸ“ Rumus Consumer Surplus (CS):
CS = Β½ Γ— (Harga Maksimum - Harga Equilibrium) Γ— Kuantitas Equilibrium

πŸ“Œ Langkah 1 β€” CS Sebelum Pajak (Equilibrium awal):

Harga intercept Demand = Rp. 10.000
Harga equilibrium = Rp. 6.000
Kuantitas equilibrium = 40.000 unit

CS₁ = Β½ Γ— (10.000 βˆ’ 6.000) Γ— 40.000
CS₁ = Β½ Γ— 4.000 Γ— 40.000
CS₁ = Rp. 80.000.000,-

πŸ“Œ Langkah 2 β€” CS Setelah Pajak (Equilibrium baru):

Pajak Rp. 2.000 menggeser S0 β†’ S1 (naik 2.000)
Equilibrium baru: Harga = Rp. 7.000, Kuantitas = 30.000 unit

CSβ‚‚ = Β½ Γ— (10.000 βˆ’ 7.000) Γ— 30.000
CSβ‚‚ = Β½ Γ— 3.000 Γ— 30.000
CSβ‚‚ = Rp. 45.000.000,-

πŸ“Œ Kesimpulan: Consumer Surplus mengalami penurunan dari Rp. 80.000.000,- menjadi Rp. 45.000.000,- (turun Rp. 35.000.000,-). Hal ini terjadi karena pajak menyebabkan harga yang dibayar konsumen naik dari Rp. 6.000 menjadi Rp. 7.000 dan kuantitas yang dikonsumsi berkurang dari 40.000 menjadi 30.000 unit.

SOAL 27

Deadweight Loss dari Pajak

quantity price O D S₁ Sβ‚‚ P₁ Pβ‚‚ Q₁ Qβ‚‚ N K J L DWL
Kurva D, S₁, Sβ‚‚
Deadweight Loss (Segitiga JKN)

Diagram berikut menggambarkan adanya pajak oleh pemerintah terhadap keseimbangan pasar dan kurva penawaran bergeser dari S₁ ke Sβ‚‚. Berdasarkan grafik tersebut, besarnya Deadweight Loss adalah ….

βœ… Jawaban: B. JKN

πŸ“ Konsep Deadweight Loss (DWL):
DWL = kerugian efisiensi sosial akibat pajak, berupa segitiga yang terbentuk antara kurva demand dan kurva supply awal (S₁) pada rentang kuantitas Q₁ hingga Qβ‚‚.

πŸ“Œ Analisis Grafik:

β€’ Equilibrium awal (sebelum pajak): Titik K (perpotongan D dan S₁) β†’ harga Pβ‚‚, kuantitas Qβ‚‚

β€’ Equilibrium setelah pajak: Titik N (perpotongan D dan Sβ‚‚) β†’ harga P₁, kuantitas Q₁

β€’ Titik J: Titik pada kurva Sβ‚‚ di kuantitas Qβ‚‚ (menunjukkan harga yang harus diterima produsen jika memproduksi Qβ‚‚ unit setelah pajak)

πŸ”Ί Segitiga Deadweight Loss = β–³JKN

Alas segitiga = selisih kuantitas (Qβ‚‚ βˆ’ Q₁)
Tinggi segitiga = selisih harga (P₁ βˆ’ Pβ‚‚) = besarnya pajak per unit

DWL = Β½ Γ— (Qβ‚‚ βˆ’ Q₁) Γ— (P₁ βˆ’ Pβ‚‚)

πŸ“Œ Mengapa bukan pilihan lain?

β€’ NLK (A): Bukan segitiga DWL β€” titik L berada di S₁ pada Q₁, bukan bagian dari area kerugian efisiensi.

β€’ P₁NKPβ‚‚ (C): Merupakan area tax revenue (penerimaan pajak pemerintah), bukan DWL.

β€’ Q₁Qβ‚‚JN (D): Bukan bentuk segitiga yang merepresentasikan DWL.

β€’ P₁ND (E): Merupakan bagian dari consumer surplus, bukan DWL.

🎯 Kesimpulan: Deadweight Loss ditunjukkan oleh area segitiga JKN, yaitu kerugian kesejahteraan total (konsumen + produsen) yang tidak menjadi penerimaan pajak pemerintah akibat penurunan kuantitas dari Qβ‚‚ menjadi Q₁.

SOAL 31

Price Ceiling - Dampak terhadap Surplus

0 .20 .60 1.00 1.50 2.00 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 110 120 Price (dollars per gallon) Drinking water (in thousands of gallons) D S Price Ceiling DWL
Consumer Surplus (after)
Producer Surplus (after)
Deadweight Loss
Price Ceiling ($0.60)

Look at the following curve... The price ceiling depicted in the above figure results in:

βœ… Answer: E) Both answers A and B are correct.

πŸ“ Key Formulas:
Consumer Surplus (CS) = Area between demand curve and price, up to quantity traded
Producer Surplus (PS) = Area between price and supply curve, up to quantity traded
Deadweight Loss (DWL) = Β½ Γ— (P_demand - P_supply) Γ— (Q_equilibrium - Q_ceiling)

πŸ“Œ Before Price Ceiling (Equilibrium: P = $1.00, Q = 60):

CS_before = Β½ Γ— ($2.00 βˆ’ $1.00) Γ— 60 = Β½ Γ— $1.00 Γ— 60 = $30,000
PS_before = Β½ Γ— ($1.00 βˆ’ $0.20) Γ— 60 = Β½ Γ— $0.80 Γ— 60 = $24,000

πŸ“Œ After Price Ceiling (P = $0.60, Q = 30):

CS_after = Β½ Γ— ($2.00 βˆ’ $1.50) Γ— 30 + ($1.50 βˆ’ $0.60) Γ— 30
        = Β½ Γ— $0.50 Γ— 30 + $0.90 Γ— 30
        = $7,500 + $27,000 = $34,500

PS_after = Β½ Γ— ($0.60 βˆ’ $0.20) Γ— 30 = Β½ Γ— $0.40 Γ— 30 = $6,000

πŸ“Œ Deadweight Loss:

DWL = Β½ Γ— ($1.50 βˆ’ $0.60) Γ— (60 βˆ’ 30)
    = Β½ Γ— $0.90 Γ— 30 = $13,500

πŸ“Œ Analysis of Each Option:

βœ… A) CS increases from $30,000 to $34,500 β†’ CORRECT

βœ… B) PS decreases from $24,000 to $6,000 β†’ CORRECT

❌ C) DWL = $16,000 β†’ Incorrect (actual DWL = $13,500)

❌ D) DWL = $24,000 β†’ Incorrect (actual DWL = $13,500)

🎯 Conclusion: Since both A and B are correct, the answer is E. The price ceiling benefits consumers (higher CS) but hurts producers (lower PS), and creates a deadweight loss of $13,500 due to reduced trade from 60 to 30 thousand gallons.

SOAL 36

Pasar Persaingan Sempurna vs Monopoli

0 7 10 13.50 20 0 325 500 750 1000 Harga Kuantitas Permintaan Pasar MR MC Monopoli: (325, 13.50) PC: (750, 7)
Permintaan Pasar & MC
MR (Marginal Revenue)
Equilibrium Persaingan Sempurna

Perhatikan gambar berikut ini. Mengacu pada gambar di atas, berapa harga dan kuantitas keseimbangan jika pasar yang dimaksud berstruktur persaingan sempurna?

βœ… Jawaban: E. Rp. 7 Juta dan 750 unit

πŸ“ Konsep Persaingan Sempurna:
Dalam pasar persaingan sempurna, keseimbangan tercapai ketika:
P = MC (Harga = Biaya Marjinal)
atau secara ekuivalen: Demand = MC

πŸ“Œ Analisis Grafik:

πŸ”Ή Monopoli (MR = MC):

Titik potong MR dan MC β†’ Q = 325
Harga ditentukan dari kurva Demand β†’ P = Rp. 13,50 Juta
β†’ Equilibrium Monopoli: (Q = 325, P = 13,50)

πŸ”Ή Persaingan Sempurna (P = MC / Demand = MC):

Titik potong kurva Demand dan MC β†’ Q = 750
Harga = MC = Rp. 7 Juta
β†’ Equilibrium Persaingan Sempurna: (Q = 750, P = 7)

πŸ“Œ Mengapa Bukan Pilihan Lain?

β€’ A (20, 1000): Titik (0, 20) adalah intercept harga maksimum, bukan equilibrium.

β€’ B (13,50; 325): Ini adalah equilibrium monopoli (MR = MC), bukan persaingan sempurna.

β€’ C (7; 325): Kuantitas 325 adalah output monopoli, bukan output PC.

β€’ D (10; 500): Titik ini tidak memiliki makna ekonomi khusus dalam konteks ini.

🎯 Perbandingan Monopoli vs Persaingan Sempurna:

Monopoli: P = Rp. 13,50 Juta, Q = 325 unit
Persaingan Sempurna: P = Rp. 7 Juta, Q = 750 unit

β†’ Monopoli menetapkan harga lebih tinggi dan output lebih rendah
β†’ Persaingan sempurna menghasilkan harga lebih rendah dan output lebih tinggi (lebih efisien)

🎯 Kesimpulan: Dalam persaingan sempurna, harga ditentukan oleh perpotongan kurva Demand dan MC, yaitu di P = Rp. 7 Juta dan Q = 750 unit.

SOAL 37

Pasar Persaingan Monopolistik

P₁ Pβ‚‚ P₃ Pβ‚„ Pβ‚… Q₁ Qβ‚‚ Q₃ Price and costs (dollars per unit) Quantity (units per day) D MR MC ATC E D B A F C Profit Area
Kurva D, MR, MC, ATC
Equilibrium (Titik E: Q₁, Pβ‚…)
Area Laba (Profit)

Perhatikan grafik berikut ini. Berdasarkan grafik tersebut, maka dalam pasar persaingan monopolistik akan menghasilkan ….

βœ… Jawaban: E. Q₁ and sets the price at Pβ‚….

πŸ“ Aturan Maksimisasi Laba:
Perusahaan memaksimalkan laba pada kondisi: MR = MC
Setelah kuantitas ditentukan, harga dibaca dari kurva Demand (D).

πŸ“Œ Langkah Analisis:

1️⃣ Tentukan Kuantitas (Q):

Titik potong MR dan MC β†’ terjadi di Q₁ (pada harga P₁)
β†’ Kuantitas optimal = Q₁

2️⃣ Tentukan Harga (P):

Tarik garis vertikal dari Q₁ ke atas hingga kurva Demand
β†’ Berpotongan di Titik E
β†’ Harga yang ditetapkan = Pβ‚… βœ…

3️⃣ Analisis Laba:

Pada Q₁: ATC = Pβ‚‚ (titik F), Harga jual = Pβ‚… (titik E)
Karena Pβ‚… > Pβ‚‚ β†’ Perusahaan mendapat laba positif
Total laba = (Pβ‚… βˆ’ Pβ‚‚) Γ— Q₁

πŸ“Œ Mengapa Bukan Pilihan Lain?

β€’ A (Q₃, P₃): Q₃ adalah titik C (MC = ATC), bukan kondisi MR = MC.

β€’ B (Qβ‚‚, Pβ‚‚): Qβ‚‚ adalah titik A (ATC minimum) β€” ini productive efficiency, bukan maksimisasi laba.

β€’ C (Q₁, P₁): P₁ adalah nilai di titik MR=MC, tetapi harga jual dibaca dari kurva Demand, bukan MR. ❌ Kesalahan umum!

β€’ D (Q₁, Pβ‚„): Pβ‚„ adalah harga di titik D, tetapi titik D berada di kuantitas Qβ‚‚, bukan Q₁.

🎯 Kesimpulan:
Equilibrium monopolistik: Q = Q₁ (dari MR = MC)
Harga: P = Pβ‚… (dari kurva Demand di titik E)
Perusahaan memperoleh laba karena Pβ‚… > ATC (Pβ‚‚)
SOAL 38

Break-Even Point (BEP) Analysis

0 2 4 6 8 10 0 1 2 3 4 5 costs and revenues ($m) sales volume (millions of units) fixed costs total costs sales revenue budget Profit $2.5m Loss Profit
Sales Revenue, Total Costs, Fixed Costs
Budget Line & Budgeted Volume
Profit Area ($2.5m)

Seorang akuntan menyiapkan bagan BEP (Break-Even Point) seperti pada gambar di atas. Volume penjualan yang dianggarkan adalah 4,5 juta unit. Berapa keuntungan (profit) yang dapat diperoleh pada tingkat ini?

βœ… Jawaban: A. $2.5 million

πŸ“ Rumus Dasar:
Profit = Sales Revenue βˆ’ Total Costs
Total Costs = Fixed Costs + Variable Costs

πŸ“Œ Langkah 1 β€” Tentukan Persamaan dari Grafik:

β€’ Sales Revenue: melalui (0, 0) dan (5, 10)
  β†’ Slope = 10/5 = 2
  β†’ Sales Revenue = 2Q

β€’ Total Costs: melalui (0, 2) dan (5, 7)
  β†’ Fixed Costs = $2m, Slope = (7βˆ’2)/5 = 1
  β†’ Total Costs = 2 + Q

β€’ Fixed Costs = $2 million (konstan)

πŸ“Œ Langkah 2 β€” Hitung pada Q = 4,5 juta unit:

Sales Revenue = 2 Γ— 4,5 = $9 million
Total Costs = 2 + 4,5 = $6,5 million

Profit = $9m βˆ’ $6,5m = $2,5 million βœ…

πŸ“Œ Verifikasi dari Grafik:

Pada sumbu X = 4,5 juta unit, tarik garis vertikal ke atas:

β€’ Memotong kurva Total Costs di $6,5 million

β€’ Memotong kurva Sales Revenue di $9 million (sesuai garis budget)

β€’ Selisih vertikal (garis hijau tebal) = $2,5 million = Profit

πŸ“Œ Mengapa Bukan Pilihan Lain?

β€’ B ($4,5m): Ini adalah volume penjualan (Q), bukan profit. ❌

β€’ C ($7m): Ini adalah total costs pada Q = 5 juta unit. ❌

β€’ D ($9m): Ini adalah sales revenue pada Q = 4,5 juta unit, bukan profit. ❌ Kesalahan umum!

β€’ E ($9,5m): Tidak sesuai dengan perhitungan apapun dari grafik. ❌

🎯 Break-Even Point (BEP):
Terjadi saat Sales Revenue = Total Costs
2Q = 2 + Q β†’ Q = 2 juta unit
Pada Q = 2: Revenue = Costs = $4 million

β€’ Di bawah BEP (Q < 2): Perusahaan rugi
β€’ Di atas BEP (Q > 2): Perusahaan laba βœ…

🎯 Kesimpulan: Pada volume penjualan yang dianggarkan sebesar 4,5 juta unit, perusahaan memperoleh keuntungan sebesar $2,5 juta, karena sales revenue ($9m) melebihi total costs ($6,5m).