Pasar Persaingan Sempurna, Monopoli & Teori Utilitas
Dalam jangka panjang, setiap perusahaan pada pasar persaingan sempurna β¦.
π Penjelasan:
Dalam jangka panjang, mekanisme free entry and exit akan mendorong:
β’ Jika ada laba ekonomi (> 0) β perusahaan baru masuk β supply naik β harga turun
β’ Jika ada rugi (< 0) β perusahaan keluar β supply turun β harga naik
β’ Equilibrium jangka panjang: Harga = minimum ATC β laba ekonomi = 0 (laba normal)
π Mengapa Bukan Pilihan Lain?
β’ B: TR maksimum bukan tujuan perusahaan; tujuan adalah laba maksimum (MR = MC).
β’ C: Barang diferensiasi adalah ciri pasar monopolistik/bukan persaingan sempurna.
β’ D: Iklan tidak diperlukan di pasar persaingan sempurna karena barang homogen.
β’ E: Salah β laba normal terjadi saat AC = P, bukan AC = AVC. AC = AVC hanya terjadi jika FC = 0.
Bila diketahui marginal revenue perusahaan yang berada di pasar persaingan sempurna adalah 80 (MR = 80), average cost 150 (AC = 150), average variable cost 120 (AVC = 120), dan output yang diproduksi sebanyak 500 unit, maka barang tersebut dijual dengan harga β¦.
π Penjelasan:
Diketahui MR = 80. Dalam pasar persaingan sempurna:
π Analisis Kondisi Perusahaan:
π Mengapa Bukan Pilihan Lain?
β’ A (30): 30 = AC β AVC = 150 β 120 (ini AFC, bukan harga).
β’ B (70): 70 = AC β P = selisih rugi per unit, bukan harga.
β’ D (120): 120 = AVC, bukan harga jual.
β’ E (150): 150 = AC, bukan harga jual.
Dalam suatu pasar terdapat fungsi permintaan Q = 17 β 0,10P, sedang fungsi biaya total ditunjukkan oleh persamaan TC = 5QΒ² + 20Q + 180, maka dapat ditafsirkan perusahaan tersebut akan β¦.
π Langkah 1 β Fungsi Permintaan:
π Langkah 2 β TR dan MR:
π Langkah 3 β MC:
π Langkah 4 β Q Optimal (MR = MC):
π Langkah 5 β Hitung Laba:
π― Kesimpulan: Perusahaan memperoleh laba maksimum sebesar Rp 195 pada output Q = 5 unit dengan harga P = Rp 120. Perusahaan sebaiknya mengembangkan usahanya.
Sebuah Negara kecil di Afrika hanya memiliki satu maskapai penerbangan. Fungsi permintaan jasa penerbangan 2Q = 2.000 β 2P, dan biaya rata-ratanya AC = 5.000/Q + 20 + 2Q. Apabila ada regulasi pemerintah agar jumlah output yang dihasilkan sama dengan jumlah output di pasar persaingan sempurna, maka harga yang harus ditetapkan adalah β¦.
π Langkah 1 β Fungsi Permintaan:
π Langkah 2 β Fungsi Biaya Total dan MC:
π Langkah 3 β Equilibrium Persaingan Sempurna (P = MC):
π Perbandingan dengan Monopoli:
π― Kesimpulan: Dengan regulasi persaingan sempurna, harga yang harus ditetapkan adalah Rp 804.
Pak Wiji mempunyai uang Rp 90.000 yang ingin dibelanjakan untuk barang X seharga Rp 5.000 dan barang Y seharga Rp 10.000 per unit. Apabila kepuasan total TU = 2xΒ² + yΒ², maka untuk memperoleh kepuasan total maksimum, kombinasi barang yang dikonsumsi adalah β¦
π Verifikasi Semua Pilihan (semua memenuhi budget):
π Penjelasan Teoritis:
Fungsi TU = 2xΒ² + yΒ² adalah fungsi cembung (convex), bukan cekung. Ini berarti:
β’ Kurva indiferensi tidak cembung ke origin, melainkan cekung
β’ Konsumen lebih menyukai specialization (konsumsi ekstrem)
β’ Solusi optimal adalah corner solution, bukan interior solution
π― Kesimpulan: Kombinasi yang memberikan TU maksimum adalah X = 10 unit dan Y = 4 unit dengan TU = 216.
Seorang konsumen memiliki fungsi utilitas TU = X^0,6 Β· Y^0,25 dengan kendala anggaran 8X + 5Y = 680. Carilah besarnya kepuasan maksimum untuk mengonsumsi barang X dan barang Y.
π Langkah 1 β Identifikasi Parameter:
π Langkah 2 β Hitung dengan Rumus Cepat:
π Verifikasi dengan MRS = Px/Py:
π Cek Budget:
π― Kesimpulan: Konsumsi optimal untuk memaksimisasi utilitas adalah X = 60 unit dan Y = 40 unit.