πŸ“š Kumpulan Soal Ekonomi

Pasar Persaingan Sempurna, Monopoli & Teori Utilitas

SOAL 32

Jangka Panjang Pasar Persaingan Sempurna

0 10 20 30 40 50 0 5 10 15 20 25 Biaya & Harga (Rp) Output (Q) MC ATC AVC P = MR = min ATC E (Q*, min ATC) Minimum ATC
MC (Marginal Cost)
ATC (Average Total Cost)
AVC (Average Variable Cost)
P = MR (Long Run)

Dalam jangka panjang, setiap perusahaan pada pasar persaingan sempurna ….

βœ… Jawaban: A. Berproduksi pada saat biaya per unit yang minimum

πŸ“ Kondisi Jangka Panjang Pasar Persaingan Sempurna:
P = MR = MC = minimum ATC
β†’ Perusahaan berproduksi pada efficient scale

πŸ“Œ Penjelasan:

Dalam jangka panjang, mekanisme free entry and exit akan mendorong:

β€’ Jika ada laba ekonomi (> 0) β†’ perusahaan baru masuk β†’ supply naik β†’ harga turun

β€’ Jika ada rugi (< 0) β†’ perusahaan keluar β†’ supply turun β†’ harga naik

β€’ Equilibrium jangka panjang: Harga = minimum ATC β†’ laba ekonomi = 0 (laba normal)

πŸ“Œ Mengapa Bukan Pilihan Lain?

β€’ B: TR maksimum bukan tujuan perusahaan; tujuan adalah laba maksimum (MR = MC).

β€’ C: Barang diferensiasi adalah ciri pasar monopolistik/bukan persaingan sempurna.

β€’ D: Iklan tidak diperlukan di pasar persaingan sempurna karena barang homogen.

β€’ E: Salah β€” laba normal terjadi saat AC = P, bukan AC = AVC. AC = AVC hanya terjadi jika FC = 0.

🎯 Kesimpulan:
Dalam jangka panjang, perusahaan persaingan sempurna berproduksi pada titik minimum ATC (efficient scale), di mana P = MC = min ATC, dan hanya memperoleh laba normal.
SOAL 33

Harga Jual di Pasar Persaingan Sempurna

0 30 60 90 120 150 180 210 0 100 200 300 400 500 Harga / Biaya (Rp) Output (Q) MC AC = 150 AVC = 120 P = MR = 80 Q = 500 Rugi/unit = 150 - 80 = 70

Bila diketahui marginal revenue perusahaan yang berada di pasar persaingan sempurna adalah 80 (MR = 80), average cost 150 (AC = 150), average variable cost 120 (AVC = 120), dan output yang diproduksi sebanyak 500 unit, maka barang tersebut dijual dengan harga ….

βœ… Jawaban: C. 80

πŸ“ Ciri Utama Pasar Persaingan Sempurna:
Perusahaan adalah price taker (penerima harga)
β†’ P = MR = AR (harga = penerimaan marjinal = penerimaan rata-rata)

πŸ“Œ Penjelasan:

Diketahui MR = 80. Dalam pasar persaingan sempurna:

P = MR = 80 βœ…

πŸ“Œ Analisis Kondisi Perusahaan:

P = 80, AC = 150, AVC = 120

β€’ P < AC β†’ Perusahaan merugi (rugi per unit = 150 βˆ’ 80 = 70)
β€’ P > AVC β†’ Perusahaan masih beroperasi dalam jangka pendek
(karena masih bisa menutup biaya variabel dan sebagian biaya tetap)

Total Rugi = (AC βˆ’ P) Γ— Q = (150 βˆ’ 80) Γ— 500 = Rp 35.000

πŸ“Œ Mengapa Bukan Pilihan Lain?

β€’ A (30): 30 = AC βˆ’ AVC = 150 βˆ’ 120 (ini AFC, bukan harga).

β€’ B (70): 70 = AC βˆ’ P = selisih rugi per unit, bukan harga.

β€’ D (120): 120 = AVC, bukan harga jual.

β€’ E (150): 150 = AC, bukan harga jual.

🎯 Kesimpulan:
Di pasar persaingan sempurna, harga jual = MR = 80.
Meskipun perusahaan merugi (P < AC), selama P > AVC, perusahaan tetap beroperasi dalam jangka pendek.
SOAL 34

Maksimisasi Laba Monopoli

0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 Harga / Biaya (Rp) Output (Q) D: P = 170 βˆ’ 10Q MR MC = 10Q + 20 MR = MC (Q = 5) P = 120 Laba = 195

Dalam suatu pasar terdapat fungsi permintaan Q = 17 – 0,10P, sedang fungsi biaya total ditunjukkan oleh persamaan TC = 5QΒ² + 20Q + 180, maka dapat ditafsirkan perusahaan tersebut akan ….

βœ… Jawaban: A. Mengembangkan usahanya karena memperoleh laba maksimum sebesar Rp 195,00

πŸ“ Langkah Maksimisasi Laba:
1. Ubah fungsi permintaan ke P = f(Q)
2. Hitung TR dan MR
3. Hitung MC dari TC
4. Set MR = MC untuk cari Q optimal
5. Hitung laba = TR βˆ’ TC

πŸ“Œ Langkah 1 β€” Fungsi Permintaan:

Q = 17 βˆ’ 0,10P
0,10P = 17 βˆ’ Q
P = 170 βˆ’ 10Q

πŸ“Œ Langkah 2 β€” TR dan MR:

TR = P Γ— Q = (170 βˆ’ 10Q) Γ— Q = 170Q βˆ’ 10QΒ²
MR = 170 βˆ’ 20Q

πŸ“Œ Langkah 3 β€” MC:

TC = 5QΒ² + 20Q + 180
MC = dTC/dQ = 10Q + 20

πŸ“Œ Langkah 4 β€” Q Optimal (MR = MC):

170 βˆ’ 20Q = 10Q + 20
150 = 30Q
Q = 5
P = 170 βˆ’ 10(5) = 120

πŸ“Œ Langkah 5 β€” Hitung Laba:

TR = 120 Γ— 5 = 600
TC = 5(25) + 20(5) + 180 = 125 + 100 + 180 = 405
Laba = TR βˆ’ TC = 600 βˆ’ 405 = 195 βœ…

🎯 Kesimpulan: Perusahaan memperoleh laba maksimum sebesar Rp 195 pada output Q = 5 unit dengan harga P = Rp 120. Perusahaan sebaiknya mengembangkan usahanya.

SOAL 35

Regulasi Monopoli: Persaingan Sempurna

0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1000 0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1000 1100 Harga / Biaya (Rp) Output (Q) D: P = 1000 βˆ’ Q MC = 20 + 4Q E_PC (196, 804) E_M (163, 837) MR P = 804 βœ…

Sebuah Negara kecil di Afrika hanya memiliki satu maskapai penerbangan. Fungsi permintaan jasa penerbangan 2Q = 2.000 – 2P, dan biaya rata-ratanya AC = 5.000/Q + 20 + 2Q. Apabila ada regulasi pemerintah agar jumlah output yang dihasilkan sama dengan jumlah output di pasar persaingan sempurna, maka harga yang harus ditetapkan adalah ….

βœ… Jawaban: C. 804

πŸ“ Regulasi Persaingan Sempurna:
Pemerintah memaksa monopoli berproduksi seperti pasar persaingan sempurna:
P = MC (bukan MR = MC seperti monopoli biasa)

πŸ“Œ Langkah 1 β€” Fungsi Permintaan:

2Q = 2.000 βˆ’ 2P
Q = 1.000 βˆ’ P
P = 1.000 βˆ’ Q

πŸ“Œ Langkah 2 β€” Fungsi Biaya Total dan MC:

AC = 5.000/Q + 20 + 2Q
TC = AC Γ— Q = 5.000 + 20Q + 2QΒ²
MC = dTC/dQ = 20 + 4Q

πŸ“Œ Langkah 3 β€” Equilibrium Persaingan Sempurna (P = MC):

1.000 βˆ’ Q = 20 + 4Q
980 = 5Q
Q = 196

P = 1.000 βˆ’ 196 = 804 βœ…

πŸ“Œ Perbandingan dengan Monopoli:

Monopoli (MR = MC):
MR = 1.000 βˆ’ 2Q
1.000 βˆ’ 2Q = 20 + 4Q β†’ Q = 163,3; P = 836,7

Persaingan Sempurna (P = MC):
Q = 196; P = 804

β†’ Regulasi menurunkan harga dari 836,7 menjadi 804
β†’ Output naik dari 163,3 menjadi 196

🎯 Kesimpulan: Dengan regulasi persaingan sempurna, harga yang harus ditetapkan adalah Rp 804.

SOAL UTILITAS 39

Maksimisasi Utilitas β€” Pak Wiji

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 Barang Y Barang X Budget Line x + 2y = 18 IC₁ (TU=72) A (2, 8) TU = 72 E (10, 4) TU = 216 (MAX) TU meningkat

Pak Wiji mempunyai uang Rp 90.000 yang ingin dibelanjakan untuk barang X seharga Rp 5.000 dan barang Y seharga Rp 10.000 per unit. Apabila kepuasan total TU = 2xΒ² + yΒ², maka untuk memperoleh kepuasan total maksimum, kombinasi barang yang dikonsumsi adalah …

βœ… Jawaban: E. Barang X = 10 unit dan barang Y = 4 unit

πŸ“ Kendala Anggaran:
5.000x + 10.000y = 90.000
x + 2y = 18

πŸ“Œ Verifikasi Semua Pilihan (semua memenuhi budget):

A. x=2, y=8: 2+16=18 βœ“ β†’ TU = 2(4) + 64 = 8 + 64 = 72
B. x=4, y=7: 4+14=18 βœ“ β†’ TU = 2(16) + 49 = 32 + 49 = 81
C. x=6, y=6: 6+12=18 βœ“ β†’ TU = 2(36) + 36 = 72 + 36 = 108
D. x=8, y=5: 8+10=18 βœ“ β†’ TU = 2(64) + 25 = 128 + 25 = 153
E. x=10, y=4: 10+8=18 βœ“ β†’ TU = 2(100) + 16 = 200 + 16 = 216 βœ… MAX

πŸ“Œ Penjelasan Teoritis:

Fungsi TU = 2xΒ² + yΒ² adalah fungsi cembung (convex), bukan cekung. Ini berarti:

β€’ Kurva indiferensi tidak cembung ke origin, melainkan cekung

β€’ Konsumen lebih menyukai specialization (konsumsi ekstrem)

β€’ Solusi optimal adalah corner solution, bukan interior solution

⚠️ Catatan Penting:
Jika menggunakan pendekatan MRS = Px/Py:
MUx = 4x, MUy = 2y
4x/5000 = 2y/10000 β†’ y = 4x
x + 2(4x) = 18 β†’ x = 2, y = 8

Tapi ini memberikan TU minimum (= 72), bukan maksimum!
Karena fungsi cembung, maksimum terjadi di corner solution.

🎯 Kesimpulan: Kombinasi yang memberikan TU maksimum adalah X = 10 unit dan Y = 4 unit dengan TU = 216.

SOAL UTILITAS 40

Maksimisasi Utilitas Cobb-Douglas

0 20 40 60 80 100 120 140 160 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Barang Y Barang X Budget: 8X + 5Y = 680 IC (U max) E (60, 40) U Maksimum MRS = Px/Py di titik E

Seorang konsumen memiliki fungsi utilitas TU = X^0,6 Β· Y^0,25 dengan kendala anggaran 8X + 5Y = 680. Carilah besarnya kepuasan maksimum untuk mengonsumsi barang X dan barang Y.

βœ… Jawaban: A. X = 60 unit dan Y = 40 unit

πŸ“ Kondisi Optimum Cobb-Douglas:
MRS = Px/Py
Atau gunakan rumus cepat:
X* = (Ξ±/(Ξ±+Ξ²)) Γ— (I/Px)
Y* = (Ξ²/(Ξ±+Ξ²)) Γ— (I/Py)

πŸ“Œ Langkah 1 β€” Identifikasi Parameter:

TU = X^0,6 Β· Y^0,25 β†’ Ξ± = 0,6; Ξ² = 0,25
Px = 8; Py = 5; I = 680

πŸ“Œ Langkah 2 β€” Hitung dengan Rumus Cepat:

X* = (0,6/(0,6+0,25)) Γ— (680/8)
   = (0,6/0,85) Γ— 85
   = 0,7059 Γ— 85
   = 60 βœ…

Y* = (0,25/(0,6+0,25)) Γ— (680/5)
   = (0,25/0,85) Γ— 136
   = 0,2941 Γ— 136
   = 40 βœ…

πŸ“Œ Verifikasi dengan MRS = Px/Py:

MUx = 0,6 Β· X^(βˆ’0,4) Β· Y^0,25
MUy = 0,25 Β· X^0,6 Β· Y^(βˆ’0,75)

MRS = MUx/MUy = (0,6/0,25) Γ— (Y/X) = 2,4 Γ— (Y/X)

MRS = Px/Py β†’ 2,4 Γ— (Y/X) = 8/5 = 1,6
Y/X = 1,6/2,4 = 2/3 β†’ Y = 2X/3

Substitusi ke budget: 8X + 5(2X/3) = 680
8X + 10X/3 = 680
34X/3 = 680
X = 60, Y = 40 βœ…

πŸ“Œ Cek Budget:

8(60) + 5(40) = 480 + 200 = 680 βœ“

🎯 Kesimpulan: Konsumsi optimal untuk memaksimisasi utilitas adalah X = 60 unit dan Y = 40 unit.