Cash Flow Statement + Simulator Klasifikasi 🎮
Di Bab 3.F (Neraca), kita melihat saldo Kas perusahaan. Namun, Neraca hanya menunjukkan posisi akhir. Laporan Arus Kas menjawab pertanyaan: "Dari mana kas itu berasal, dan untuk apa kas itu digunakan selama periode ini?"
Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement) adalah laporan keuangan yang menyajikan informasi tentang penerimaan (kas masuk) dan pengeluaran (kas keluar) tunai selama periode tertentu.
Agar tidak ambigu, setiap transaksi kas wajib dikelompokkan ke dalam satu dari tiga aktivitas berikut:
Kas yang berasal dari kegiatan utama/penghasil pendapatan perusahaan.
(Contoh: Terima kas dari pelanggan, bayar gaji, bayar beban listrik).
Kas yang berkaitan dengan pembelian atau penjualan aset tetap dan investasi jangka panjang.
(Contoh: Beli mesin cuci tunai, jual tanah).
Kas yang berkaitan dengan perubahan modal pemilik dan utang jangka panjang.
(Contoh: Setoran modal awal, ambil prive, pinjam bank).
Berikut adalah contoh sederhana bagaimana data dikelompokkan dalam laporan resmi:
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI | |
| Penerimaan kas dari pelanggan | Rp 2.500.000 |
| Pembayaran kas kepada karyawan | (Rp 1.000.000) |
| Pembayaran beban listrik & air | (Rp 300.000) |
| Kas Bersih dari Operasi | Rp 1.200.000 |
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI | |
| Pembelian peralatan laundry (tunai) | (Rp 2.000.000) |
| Kas Bersih dari Investasi | (Rp 2.000.000) |
| ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN | |
| Setoran modal awal oleh Tuan Andi | Rp 5.000.000 |
| Pengambilan prive (tunai) | (Rp 100.000) |
| Kas Bersih dari Pendanaan | Rp 4.900.000 |
| KENAIKAN BERSIH KAS | Rp 4.100.000 |
| Saldo Kas Awal Periode | Rp 0 |
Angka ini akan masuk ke akun "Kas" di Laporan Posisi Keuangan (Neraca).