Rekap Soal Ekonomi PUSMENDIK-V2 1–29

Soal Asli, Jawaban, dan Pembahasan Lengkap β€” Ekonomi (Paket 2)

Petunjuk Penggunaan

Klik pada judul soal di bawah ini untuk membuka pembahasan. Desain ini dioptimalkan untuk layar HP agar Anda bisa fokus pada satu soal dalam satu waktu tanpa perlu scroll yang terlalu panjang.

Soal 1 Biaya Peluang

Biaya Peluang (Opportunity Cost)

Safia baru saja menyelesaikan pendidikan S1. Setelah lulus kuliah, ia dihadapkan pada tiga pilihan, yaitu:

  • Bekerja di salah satu perusahaan kolega orang tuanya dengan gaji Rp10.000.000,00 per bulan.
  • Menempuh pendidikan S2 di dalam negeri dengan jalur beasiswa dan mendapatkan uang saku sebesar Rp2.000.000,00 setiap bulannya.
  • Membuka usaha di bidang kuliner (steak tendaan) bersama salah satu temannya dengan perkiraan omzet Rp16.000.000,00 per bulan.

Berapakah jumlah biaya peluang yang dikorbankan oleh Safia apabila ia memilih untuk membuka usaha di bidang kuliner?

  1. Rp18.000.000,00
  2. Rp16.000.000,00
  3. Rp12.000.000,00
  4. Rp10.000.000,00
  5. Rp2.000.000,00
Jawaban: D. Rp10.000.000,00
Biaya peluang = nilai alternatif terbaik yang dikorbankan ketika memilih suatu pilihan. Alternatif terbaik yang ditinggalkan Safia adalah bekerja dengan penghasilan Rp10.000.000,00 per bulan.

Jebakan: Rp16.000.000 adalah omzet usaha kuliner (bukan biaya peluang), Rp18.000.000 adalah penjumlahan yang salah.
Soal 2 Prinsip Ekonomi

Penerapan Prinsip Ekonomi

Perusahaan minuman sehat "Segar Abadi" mengalami kenaikan harga bahan baku utama seperti jahe, madu, dan lemon akibat gagal panen di daerah penghasil. Jika perusahaan tetap menggunakan bahan yang sama, biaya produksi meningkat dan keuntungan menurun. Namun jika mengganti bahan baku dengan bahan sintetis, harga bisa ditekan, tetapi kualitas produk menurun dan kepercayaan konsumen bisa terganggu.

Berdasarkan ilustrasi tersebut, manakah tindakan yang paling tepat diambil oleh perusahaan dengan mempertimbangkan prinsip ekonomi?

  1. Mencari alternatif bahan baku alami dari daerah lain dengan harga lebih kompetitif.
  2. Mengganti bahan alami dengan bahan sintetis agar biaya produksi murah dan harga produk tetap.
  3. Mengurangi produksi agar tidak mengalami kerugian besar sampai harga bahan baku kembali normal.
  4. Menurunkan kualitas produk untuk menjaga keuntungan dan keberlangsungan perusahaan.
  5. Menaikkan harga jual dua kali lipat agar perusahaan tetap memperoleh keuntungan.
Jawaban: A. Mencari alternatif bahan baku alami dari daerah lain dengan harga lebih kompetitif.
Prinsip ekonomi = memperoleh hasil optimal dengan pengorbanan/biaya yang efisien, tanpa mengorbankan kualitas dan kepercayaan konsumen. Opsi B, D, E mengorbankan kualitas atau tidak realistis. Opsi C bersifat pasif.
Soal 3 Keseimbangan Pasar

Kenaikan UMP dan Keseimbangan Pasar

Perusahaan "Adiwastra Jaya" merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai macam pakaian jadi dalam jumlah besar. Ketika pemerintah menetapkan Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2025 sebesar 6,5% dari UMP tahun sebelumnya, biaya produksi Perusahaan "Adiwastra Jaya" mengalami kenaikan. Kenaikan biaya produksi tersebut akan berdampak pada keseimbangan pasar yaitu ....

  1. harga naik dan jumlah barang tetap
  2. harga naik dan jumlah barang turun
  3. harga naik dan jumlah barang naik
  4. harga turun dan jumlah barang naik
  5. harga turun dan jumlah barang turun
Jawaban: B. harga naik dan jumlah barang turun
Kenaikan upah β†’ biaya produksi meningkat β†’ penawaran berkurang β†’ kurva penawaran bergeser ke kiri β†’ harga keseimbangan naik dan jumlah keseimbangan turun.
Soal 4 Fungsi Penawaran

Fungsi Penawaran dan Perubahan Harga

NoNamaFungsi PenawaranHarga Jual
1TepungQs = -1250 + 0,25PRp15.000/kg
2TelurQs = -500 + 0,04PRp30.000/kg
3GulaQs = -1200 + 0,3PRp20.000/kg

Jika semua harga jual dari ketiga bahan tersebut naik sebesar Rp3.000/kg, berapa jumlah tepung, telur, dan gula yang ditawarkan?

  1. Tepung 3.250 kg, Telur 1.820 kg, dan Gula 5.700 kg
  2. Tepung 3.250 kg, Telur 1.700 kg, dan Gula 5.700 kg
  3. Tepung 3.250 kg, Telur 1.700 kg, dan Gula 4.800 kg
  4. Tepung 2.500 kg, Telur 1.700 kg, dan Gula 4.800 kg
  5. Tepung 2.500 kg, Telur 1.820 kg, dan Gula 4.800 kg
Jawaban: A. Tepung 3.250 kg, Telur 1.820 kg, dan Gula 5.700 kg.
Tepung (P = 18.000): Qs = -1250 + 0,25(18.000) = 3.250 kg Telur (P = 33.000): Qs = -500 + 0,04(33.000) = 820 kg Gula (P = 23.000): Qs = -1200 + 0,3(23.000) = 5.700 kg
Catatan verifikasi: Dengan fungsi telur yang tertulis di soal (Qs = -500 + 0,04P), hasil matematisnya adalah 820 kg. Namun jika fungsi telur yang dimaksud pada soal asli adalah Qs = 500 + 0,04P (tanpa tanda negatif), maka Qs = 500 + 1.320 = 1.820 kg. Hasil ini cocok dengan Opsi A.
Soal 5 Pajak & Keseimbangan

Pajak dan Keseimbangan Pasar

Pasar komoditas barang konsumsi X memiliki fungsi permintaan Qd = -20P + 500 dan fungsi penawaran Qs = 5P + 100. Pemerintah menetapkan pajak untuk barang tersebut yaitu sebesar Rp25,00 per unit. Manakah kesimpulan yang tepat berdasarkan kondisi tersebut? (Jawaban benar lebih dari satu)

1. Kuantitas keseimbangan sebelum pajak yaitu sebesar 80 unit dan setelah pajak sebesar 180 unit.
2. Terjadi penurunan harga barang sebesar Rp4,00.
3. Terjadi kenaikan harga barang sebesar Rp3,00.
4. Kuantitas barang mengalami penurunan sebanyak 60 unit.
5. Titik harga keseimbangan sebelum pajak yaitu Rp16,00 dan setelah pajak yaitu Rp19,00.
Jawaban: Pernyataan 3 dan 4.

Sebelum Pajak

-20P + 500 = 5P + 100 β†’ 400 = 25P β†’ P = 16 ; Q = 180

Setelah Pajak (Rp15)*

Qs' = 5(P - 15) + 100 = 5P + 25 -20P + 500 = 5P + 25 β†’ 475 = 25P β†’ P = 19 ; Q = 120 Kenaikan harga = 19 - 16 = Rp3,00 (Pernyataan 3 benar) Penurunan kuantitas = 180 - 120 = 60 unit (Pernyataan 4 benar)
Catatan: Dengan pajak Rp25 sesuai teks soal, hasil perhitungan adalah P = 21 dan Q = 80 sehingga tidak ada pernyataan yang benar. Kemungkinan besar angka pajak yang benar adalah Rp15,00 per unit.
Soal 6 Barang Komplementer

Barang Komplementer: Sepeda Motor dan BBM

Perhatikan kurva permintaan sepeda motor berikut ini. Pada awalnya, kurva permintaan sepeda motor berada pada titik D1. Sepeda motor dan BBM merupakan barang komplementer sehingga ketika terjadi kenaikan harga BBM, maka analisis perubahan permintaan sepeda motor yang baru adalah ....

P Q P2P1 Q1Q2Q3 D1 D2 D3
Kurva permintaan sepeda motor: D1 (awal), D2 (naik), D3 (turun)
  1. kurva permintaan sepeda motor bergerak ke atas (D2)
  2. kurva permintaan sepeda motor bergerak ke bawah (D3)
  3. jumlah permintaan sepeda motor bergeser ke kanan (Q2)
  4. jumlah permintaan sepeda motor bergeser ke kiri (Q3)
  5. jumlah permintaan tetap, tidak mengalami perubahan (Q1)
Jawaban: D. jumlah permintaan sepeda motor bergeser ke kiri (Q3).
Kenaikan harga BBM (barang komplementer) menyebabkan biaya penggunaan sepeda motor meningkat, sehingga permintaan sepeda motor menurun. Kurva permintaan bergeser ke kiri (D1 β†’ D3), dan jumlah permintaan turun dari Q1 ke Q3.
Soal 7 Pendapatan Nasional

Pendapatan Nasional dan Disposable Income

Komponen Pendapatan NasionalJumlah (Miliar)
Produk domestik bruto (PDB)Rp1.200.000
Produk neto luar negeriRp80.000
Pajak langsungRp30.000
Pajak tidak langsungRp10.000
Penyusutan barang modalRp15.000
Iuran asuransiRp30.000
Laba ditahanRp8.000
Pajak perseroanRp9.000
Transfer paymentRp12.000

Berdasarkan data tersebut, besarnya Disposable Income (DI) adalah ....

  1. Rp1.030.000 miliar
  2. Rp1.166.000 miliar
  3. Rp1.190.000 miliar
  4. Rp1.220.000 miliar
  5. Rp1.284.000 miliar
Jawaban: C. Rp1.190.000 miliar
1. NI = PDB + Pendapatan Neto LN - Penyusutan - Pajak Tidak Langsung NI = 1.200.000 + 80.000 - 15.000 - 10.000 = Rp1.255.000 2. PI = NI - Pajak Perseroan - Laba Ditahan - Iuran Asuransi + Transfer Payment PI = 1.255.000 - 9.000 - 8.000 - 30.000 + 12.000 = Rp1.220.000 3. DI = PI - Pajak Langsung DI = 1.220.000 - 30.000 = Rp1.190.000
Soal 8 Pertumbuhan Ekonomi

Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

Manakah faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara? (Jawaban benar lebih dari satu)

1. Munculnya inovasi dan penggunaan teknologi terbaru dalam kegiatan ekonomi.
2. Peningkatan dan pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah.
3. Meningkatnya akses layanan perbankan terutama dalam penyaluran kredit usaha.
4. Peningkatan pemberian bantuan sosial untuk masyarakat menengah bawah.
5. Kestabilan harga barang kebutuhan pokok dalam perekonomian negara.
Jawaban: 1, 2, dan 3.
Faktor langsung pertumbuhan ekonomi: Inovasi & teknologi, Pendidikan (SDM), dan Akses kredit usaha. Bantuan sosial bersifat redistributif, bukan pendorong pertumbuhan. Stabilitas harga = kondisi pendukung, bukan faktor pendorong langsung.
Soal 9 Pertumbuhan & Ketimpangan

Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan

TahunPertumbuhan Ekonomi (%)Indeks Gini
2020-2,070,381
20213,700,384
20225,310,384
20235,050,388
20245,030,379

Tentukan pernyataan berikut benar atau salah:

1. Peningkatan pertumbuhan ekonomi dari tahun 2021 hingga 2023 diikuti oleh peningkatan Indeks Gini, yang menunjukkan bahwa ketimpangan pendapatan.
2. Penurunan Indeks Gini pada tahun 2024 menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang stabil mulai dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
3. Setiap kali pertumbuhan ekonomi meningkat, Indeks Gini selalu menurun, menandakan distribusi pendapatan yang lebih merata.
Jawaban: Salah, Benar, Salah.
Pernyataan 1: SALAH β€” Pertumbuhan 2021–2023 tidak selalu naik (2022β†’2023 turun), dan Gini 2022 tetap baru naik di 2023.
Pernyataan 2: BENAR β€” Gini turun dari 0,388 (2023) menjadi 0,379 (2024) ketika pertumbuhan relatif stabil.
Pernyataan 3: SALAH β€” Tidak ada periode di mana pertumbuhan naik dan Gini turun bersamaan.
Soal 10 Perbandingan Negara

Perbandingan Indonesia dan Vietnam

IndikatorVietnamIndonesia
PDB7,09%5,03%
Pendapatan per kapitaUS$4.700US$4.960
IPM0,7660,750

Manakah pernyataan yang tepat terkait kondisi pembangunan ekonomi di kedua negara? (Jawaban benar lebih dari satu)

1. Nilai IPM kedua negara termasuk dalam kategori tinggi yang mencerminkan tingginya tingkat pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.
2. Tingkat laju pertumbuhan ekonomi pada Negara Indonesia lebih pesat dibandingkan dengan Negara Vietnam meningkat sebesar 2%.
3. Kedua negara termasuk dalam kategori negara berpendapatan menengah atas meskipun tingkat kesejahteraan penduduk negara Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara Vietnam.
4. Tingkat kesejahteraan pada penduduk Negara Vietnam lebih tinggi dibandingkan penduduk Negara Indonesia.
5. Kapasitas produksi barang dan jasa kedua negara tersebut terbilang pesat sehingga mencerminkan terjadinya pembangunan ekonomi.
Jawaban: 1, 4, dan 5.
1: BENAR β€” IPM keduanya kategori tinggi (0,700–0,799).
2: SALAH β€” Yang lebih pesat adalah Vietnam, bukan Indonesia.
3: SALAH β€” Kesejahteraan Indonesia lebih rendah (IPM 0,750 < 0,766).
4: BENAR β€” IPM Vietnam (0,766) > Indonesia (0,750).
5: BENAR β€” Pertumbuhan positif mencerminkan pembangunan ekonomi.
Soal 11 Jenis Pengangguran

Jenis-Jenis Pengangguran

  • Mely: Baru lulus kuliah, sedang berusaha mendapatkan pekerjaan pertama.
  • Yoga: Lulusan SMA, belum dapat panggilan akibat tidak memenuhi kualifikasi.
  • Pratiwi: Mengundurkan diri karena harus pindah ke luar kota mengikuti keluarga.
  • Bagas: Menolak pekerjaan karena upah yang ditawarkan tidak sesuai harapan.
  • Andi: PHK karena perusahaan mengalami kerugian akibat menurunnya permintaan.

Tentukan Benar atau Salah pernyataan berikut ini:

1. Mely dan Yoga merupakan pengangguran siklis.
2. Mely dan Bagas merupakan pengangguran friksional.
3. Andy dan Pratiwi merupakan pengangguran struktural.
Jawaban: Salah, Benar, Salah.
Klasifikasi: Mely (Friksional), Yoga (Struktural), Pratiwi (Friksional), Bagas (Friksional), Andi (Siklis).
Pernyataan 1: SALAH β€” Mely friksional, Yoga struktural.
Pernyataan 2: BENAR β€” Mely dan Bagas friksional.
Pernyataan 3: SALAH β€” Andi siklis, Pratiwi friksional.
Soal 12 Pengangguran Usia Muda

Pengangguran Usia Muda dan Mismatch Keterampilan

UmurTingkat Pengangguran Terbuka
15–24 Tahun16,16%
25–59 Tahun3,04%
β‰₯60 Tahun1,67%

Kelompok usia muda (15–24 Tahun) tetap menjadi penyumbang tertinggi pengangguran dengan TPT mencapai 16,16%. Kondisi ini menunjukkan adanya permasalahan serius terkait ketidaksesuaian antara keterampilan lulusan muda dan kebutuhan dunia kerja. Solusi apa yang paling tepat?

  1. Memberikan bantuan keuangan rutin kepada lulusan muda hingga mendapat pekerjaan tetap.
  2. Menurunkan batas usia minimum bekerja agar remaja dapat memasuki dunia kerja lebih awal.
  3. Mewajibkan perusahaan swasta mempekerjakan lulusan muda tanpa persyaratan memiliki pengalaman kerja.
  4. Membangun lebih banyak industri padat karya di daerah dengan tingkat pengangguran muda yang tinggi.
  5. Menyediakan pelatihan keterampilan di bidang kewirausahaan industri melalui integrasi dalam sistem pendidikan.
Jawaban: E. Menyediakan pelatihan keterampilan di bidang kewirausahaan industri melalui integrasi dalam sistem pendidikan.
Masalah utama: skills mismatch. Solusi E langsung mengatasi akar masalah dengan membekali lulusan keterampilan yang relevan. Opsi D hanya mengatasi gejala, bukan akar masalah.
Soal 13 Inflasi

Inflasi: Permintaan dan Penawaran

Pada kuartal pertama tahun ini, BPS mencatat lonjakan harga pada sejumlah bahan pokok seperti beras, minyak goreng, telur ayam, dan cabai rawit. Kenaikan harga ini terjadi menjelang bulan Ramadan, di mana konsumsi masyarakat meningkat pesat. Di sisi lain, hasil panen beberapa komoditas menurun akibat curah hujan yang sangat tinggi dan banjir di sejumlah sentra pertanian.

Berdasarkan ilustrasi tersebut, faktor utama yang menyebabkan inflasi adalah ....

  1. melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat
  2. kenaikan upah buruh dan harga bahan baku industri
  3. peningkatan biaya distribusi karena kenaikan harga BBM
  4. penurunan produksi akibat perpindahan tenaga kerja ke sektor jasa
  5. peningkatan permintaan barang yang lebih cepat dari pasokannya
Jawaban: E. peningkatan permintaan barang yang lebih cepat dari pasokannya.
Ilustrasi menyebutkan dua faktor: Sisi permintaan (konsumsi naik menjelang Ramadan) dan Sisi penawaran (hasil panen turun akibat banjir). Kombinasi keduanya β†’ permintaan melebihi pasokan β†’ harga naik (inflasi).
Soal 14 Indeks Harga

Indeks Harga Konsumen (IHK) β€” Agregatif Sederhana

Nama barangHarga 2024 (Rp)Harga 2025 (Rp)
Daging ayam (Kg)40.00045.000
Telur (Kg)24.00026.000
Gula (Kg)22.00025.000
Cabai merah (Kg)14.00019.000

Besarnya nilai Indeks Harga Konsumen (IHK) tahun 2025 dengan metode agregatif sederhana adalah ....

  1. 115%
  2. 111,62%
  3. 110%
  4. 95,6%
  5. 90,9%
Jawaban: A. 115%
Ξ£P0 (2024) = 40.000 + 24.000 + 22.000 + 14.000 = 100.000 Ξ£Pn (2025) = 45.000 + 26.000 + 25.000 + 19.000 = 115.000 IHK = (Ξ£Pn / Ξ£P0) Γ— 100 = (115.000 / 100.000) Γ— 100 = 115%
Soal 15 Indeks Harga Sektoral

Indeks Harga Berdasarkan Sektor

TahunPariwisataTransportasiKesehatan
2022100100100
2023110107109
2024112115114
2025117116118

Berdasarkan tabel tersebut, manakah sektor yang paling berdampak terhadap tingkat inflasi?

  1. Sektor pariwisata memberikan dampak tertinggi terhadap inflasi karena mengalami kenaikan IHK sebesar 17% selama periode 2022–2025.
  2. Sektor transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar karena memiliki lonjakan indeks paling tajam pada tahun 2024.
  3. Kenaikan indeks sektor kesehatan relatif rendah, sehingga tidak signifikan terhadap inflasi nasional.
  4. Semua sektor mengalami kenaikan IHK yang sama, sehingga dampaknya terhadap inflasi dianggap setara.
  5. Sektor kesehatan memberikan dampak terbesar karena mengalami kenaikan indeks harga tertinggi selama periode 2022–2025.
Jawaban: E. Sektor kesehatan memberikan dampak terbesar karena mengalami kenaikan indeks harga tertinggi selama periode 2022–2025.
Kenaikan indeks 2022 β†’ 2025: Pariwisata: +17 poin, Transportasi: +16 poin, Kesehatan: +18 poin (tertinggi).
Soal 16 Fungsi Bank Sentral

Fungsi Bank Indonesia

Manakah yang merupakan peran dan fungsi Bank Indonesia? (Jawaban benar lebih dari satu)

1. Mengatur suku bunga acuan untuk mengendalikan inflasi.
2. Menyediakan layanan giro, tabungan, dan deposito untuk masyarakat.
3. Mengawasi kelancaran sistem pembayaran nasional.
4. Menyalurkan kredit langsung kepada pelaku usaha kecil.
5. Menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Jawaban: 1, 3, dan 5.
Fungsi utama BI: No. 1 (Moneter), No. 3 (Sistem pembayaran), No. 5 (Makroprudensial). No. 2 dan 4 adalah fungsi bank umum/lembaga keuangan.
Soal 17 Kebijakan Moneter

Kebijakan Moneter Kontraktif

Pada periode Hari Raya, terjadi peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat yang ditandai dengan percepatan peredaran uang dan peningkatan konsumsi rumah tangga. Efek kenaikan upah dari THR mendorong peningkatan konsumsi yang kemudian berimbas pada kenaikan harga. Kebijakan moneter apa yang sesuai untuk mengantisipasi kondisi tersebut? (Jawaban benar lebih dari satu)

1. Menaikkan suku bunga simpanan untuk mendorong peningkatan tabungan masyarakat di perbankan.
2. Menjual surat berharga untuk menarik dana masyarakat dan mendukung pembiayaan fiskal.
3. Menurunkan suku bunga simpanan guna mengalihkan preferensi masyarakat dari menabung ke investasi.
4. Melonggarkan kebijakan kredit untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi sektor rumah tangga dan industri.
5. Menurunkan rasio cadangan wajib minimum (reserve requirement) agar bank memiliki ruang likuiditas lebih besar.
Jawaban: 1 dan 2.
Situasi inflasi akibat permintaan meningkat β†’ butuh kebijakan moneter kontraktif. 1: BENAR (Naikkan suku bunga simpanan). 2: BENAR (Jual surat berharga/operasi pasar terbuka). 3, 4, 5: SALAH (Ekspansif, justru memperparah inflasi).
Soal 18 GWM & Konsumsi

Penurunan GWM dan Konsumsi Rumah Tangga

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 hanya mencapai 4,87%, terutama disebabkan oleh lesunya konsumsi rumah tangga. Untuk merespons situasi tersebut, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah menurunkan rasio Cadangan Wajib Minimum (GWM). Manakah pernyataan berikut yang tepat menggambarkan konsekuensi dan efektivitas dari kebijakan tersebut? (Jawaban benar lebih dari satu)

1. Langkah yang diambil BI dapat memperluas ruang likuiditas perbankan sehingga memperkuat kemampuan pembiayaan terhadap konsumsi rumah tangga.
2. Kebijakan yang dilakukan BI berisiko gagal meningkatkan konsumsi jika tidak dibarengi dengan perbaikan sisi permintaan seperti kenaikan pendapatan riil masyarakat.
3. Kebijakan yang dilakukan BI dapat menjadi sinyal ekspansi moneter, namun dampaknya terbatas bila perbankan memilih menahan kredit karena kehati-hatian terhadap risiko gagal bayar.
4. Langkah BI ini akan secara otomatis meningkatkan konsumsi karena dana murah akan terserap langsung oleh rumah tangga menengah bawah.
5. Kebijakan yang diambil BI dengan pengawasan alokasi kredit dapat membuat dana justru terserap ke sektor spekulatif seperti aset finansial dan properti.
Jawaban: 1, 2, 3, dan 5.
1: BENAR (GWM turun β†’ likuiditas bank naik). 2: BENAR (Efektivitas tergantung sisi permintaan). 3: BENAR (Transmisi kredit bisa tersendat). 5: BENAR (Risiko alokasi ke sektor spekulatif). 4: SALAH (Tidak ada mekanisme otomatis).
Soal 19 Fungsi Regulasi Pajak

Pajak Barang dengan Eksternalitas Negatif

Rokok, minuman beralkohol, dan kendaraan berbahan bakar fosil merupakan barang yang dikategorikan sebagai demerit goods. Oleh karena itu, pemerintah menerapkan kebijakan fungsi regulasi pajak, yakni menaikkan tarif pajak atas produk-produk yang memiliki eksternalitas negatif. Sebagai pelengkap, pemerintah juga memberikan insentif pajak kepada industri yang mengembangkan alternatif ramah lingkungan.

Berdasarkan ilustrasi tersebut, dampak yang paling tepat dari penerapan fungsi regulasi pajak adalah ....

  1. terhambatnya ekspansi industri berbasis energi fosil akibat insentif yang tidak merata
  2. perubahan preferensi konsumsi masyarakat menuju barang yang lebih sehat dan ramah lingkungan
  3. meningkatnya ketergantungan fiskal terhadap sektor barang dengan dampak eksternalitas tinggi
  4. penurunan pendapatan masyarakat akibat meningkatnya harga barang konsumsi umum
  5. peningkatan keuntungan produsen barang substitusi sebagai akibat dari kenaikan permintaan
Jawaban: B. perubahan preferensi konsumsi masyarakat menuju barang yang lebih sehat dan ramah lingkungan.
Fungsi regulasi pajak bertujuan mengatur perilaku masyarakat. Pajak tinggi pada demerit goods + insentif pada barang ramah lingkungan β†’ konsumen beralih.
Soal 20 Jenis & Fungsi Pajak

Fungsi Pajak dan Jenis Pajak

Pak Andi seorang karyawan swasta. Gaji bulanannya dipotong otomatis untuk membayar PPh Pasal 21. Ibu Rani seorang pemilik toko kelontong yang menyetorkan PPN atas penjualannya serta membayar PPh Final UMKM. Uang pajak digunakan untuk membangun fasilitas umum seperti puskesmas dan sekolah, serta membayar gaji ASN.

Manakah pernyataan berikut yang benar terkait jenis pajak, peran, fungsi, dan prinsip pajak? (Jawaban benar lebih dari satu)

1. Pak Andi membayar pajak langsung, sedangkan Ibu Rani membayar pajak tidak langsung. Keduanya menerapkan prinsip kemudahan dalam pembayaran pajak.
2. Pajak yang dibayarkan keduanya menunjukkan penerapan fungsi budgeter karena uang pajak digunakan untuk membiayai pengeluaran negara.
3. Pak Andi membayar pajak tidak langsung dengan prinsip kemudahan, sedangkan Ibu Rani membayar pajak langsung dengan prinsip efisiensi.
4. Pajak yang dibayarkan keduanya menunjukkan penerapan fungsi distribusi karena uang yang diterima pemerintah dialokasikan ke berbagai sektor pembangunan dan perluasan lapangan pekerjaan.
5. Pak Andi dan Ibu Rani membayar pajak langsung dengan prinsip keadilan karena besarnya jumlah pajak yang dibayarkan keduanya sama tanpa memperhatikan objek pajaknya.
Jawaban: 1, 2, dan 4.
1: BENAR (Andi: langsung, Rani: tidak langsung, prinsip convenience). 2: BENAR (Fungsi budgeter). 3: SALAH (Terbalik). 4: BENAR (Fungsi distribusi). 5: SALAH (Rani membayar tidak langsung, jumlah tidak sama).
Soal 21 Strategi Usaha

Strategi Mengatasi Masalah Modal dan Pasokan

CV. Taliukir (kerajinan kulit) kesulitan mendapatkan modal besar untuk ekspansi. Selain itu pasokan kulit berkualitas tinggi mulai langka dan harganya terus naik akibat regulasi lingkungan dan peningkatan permintaan global.

Solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu .... (Jawaban benar lebih dari satu)

1. Menghentikan produksi kerajinan kulit dan beralih ke kerajinan dengan bahan baku lain yang lebih mudah didapat.
2. Membentuk kerjasama dengan peternak sapi atau industri pengolahan kulit mentah untuk memastikan pasokan kulit, dan mencari investor dengan skema bagi hasil.
3. Menimbun kulit berkualitas tinggi dalam jumlah besar saat tersedia, meskipun harganya mahal, dan mengajukan pinjaman bank dengan agunan aset pribadi pemilik CV.
4. Berinvestasi dalam riset dan pengembangan untuk menemukan bahan kulit sintetis berkualitas tinggi yang menyerupai kulit asli.
5. Mengurangi standar kualitas produk agar bisa menggunakan bahan baku kulit dengan kualitas lebih rendah dan biaya produksi lebih murah.
Jawaban: Opsi 2 (dan Opsi 4 sebagai diversifikasi jangka panjang).
Opsi 2: BENAR (Mengatasi pasokan & modal secara realistis). Opsi 1: SALAH (Terlalu ekstrem). Opsi 3: SALAH (Berisiko tinggi). Opsi 4: KURANG TEPAT (Bertentangan dengan identitas, tapi bisa jadi diversifikasi). Opsi 5: SALAH (Merusak reputasi).
Soal 22 Manajemen Keuangan

Manajemen Arus Kas dan Pemisahan Dana Proyek

CV Surya Karya mengalami kesulitan membayar gaji dan tagihan vendor tepat waktu meski pendapatan meningkat. Manajer keuangan sering menggunakan dana masuk untuk membayar utang lama tanpa perencanaan arus kas yang jelas. Tidak ada pemisahan dana antara proyek satu dengan lainnya.

Berdasarkan uraian tersebut, solusi yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan manajemen keuangan yang terjadi adalah ....

  1. menambah jumlah staf administrasi keuangan agar pengelolaan dana lebih terdistribusi.
  2. mengajukan pinjaman jangka pendek ke bank agar kebutuhan operasional segera terpenuhi.
  3. meningkatkan pemasaran agar pemasukan lebih besar dan menutupi kekurangan kas.
  4. menyusun sistem pengelolaan arus kas yang terencana dan pemisahan dana untuk setiap proyek.
  5. mengurangi proyek yang dikerjakan agar fokus pengelolaan keuangan tidak tersebar.
Jawaban: D. Menyusun sistem pengelolaan arus kas yang terencana dan pemisahan dana untuk setiap proyek.
Opsi D langsung mengatasi kedua akar masalah secara sistemik. Opsi A (pemborosan), B (hanya menutupi gejala), C (masalah bukan kurang pemasukan), E (mengurangi pendapatan).
Soal 23 Perhitungan SHU

Perhitungan SHU Koperasi

KomponenJumlah
Jumlah simpanan anggotaRp80.000.000
Jumlah penjualan selama satu tahunRp250.000.000
SHU tahun berjalanRp200.000.000
Jasa usaha / Jasa modal / Jasa pengurus50% / 30% / 15%

Jika jumlah pengurus koperasi sebanyak 20 orang, dan Pak Faiz merupakan salah satu pengurus dengan total simpanan Rp1.000.000 serta transaksi penjualan Rp2.000.000, maka total SHU yang diterima Pak Faiz adalah ....

  1. Rp4.550.000
  2. Rp3.400.000
  3. Rp3.230.000
  4. Rp3.050.000
  5. Rp3.000.000
Jawaban: D. Rp3.050.000,00
Jasa modal = 30% Γ— 200.000.000 = Rp60.000.000 Jasa usaha = 50% Γ— 200.000.000 = Rp100.000.000 Jasa pengurus = 15% Γ— 200.000.000 = Rp30.000.000 a) Jasa modal Pak Faiz: (1.000.000 / 80.000.000) Γ— 60.000.000 = Rp750.000 b) Jasa usaha Pak Faiz: (2.000.000 / 250.000.000) Γ— 100.000.000 = Rp800.000 c) Jasa pengurus Pak Faiz: 30.000.000 / 20 = Rp1.500.000 Total SHU = 750.000 + 800.000 + 1.500.000 = Rp3.050.000
Soal 24 Kerja Sama Internasional

Jenis Kerja Sama Internasional

Beberapa negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia membentuk sebuah organisasi (ASEAN). Indonesia juga menjalin perjanjian perdagangan dengan Korea Selatan. Di sisi lain, ada organisasi global yang anggotanya berasal dari berbagai negara di seluruh dunia yang fokus pada masalah perdagangan internasional (WTO).

Berdasarkan ilustrasi tersebut, apa jenis kerja sama internasional yang tepat?

  1. Kerja sama bilateral untuk ASEAN, kerja sama regional untuk perjanjian Indonesia-Korea, dan kerja sama multilateral untuk organisasi perdagangan global.
  2. Kerja sama multilateral untuk ASEAN, kerja sama bilateral untuk perjanjian Indonesia-Korea, dan kerja sama multilateral untuk organisasi perdagangan global.
  3. Kerja sama regional untuk ASEAN, kerja sama multilateral untuk perjanjian Indonesia-Korea, dan kerja sama bilateral untuk organisasi perdagangan global.
  4. Kerja sama bilateral untuk ASEAN, kerja sama multilateral untuk perjanjian Indonesia-Korea, dan kerja sama regional untuk organisasi perdagangan global.
  5. Kerja sama regional untuk ASEAN, kerja sama bilateral untuk perjanjian Indonesia-Korea, dan kerja sama multilateral untuk organisasi perdagangan global.
Jawaban: E. Kerja sama regional untuk ASEAN, kerja sama bilateral untuk perjanjian Indonesia–Korea, dan kerja sama multilateral untuk organisasi perdagangan global.
Bilateral β†’ 2 negara. Regional β†’ satu kawasan. Multilateral β†’ banyak negara di dunia.
Soal 25 Kebijakan Perdagangan

Kebijakan Perdagangan Internasional

Negara X mengalami defisit neraca perdagangan yang memburuk. Negara X bergantung pada ekspor SDA dengan kualitas rendah dan inovasi kurang. Biaya logistik tinggi. Di sisi lain, negara X dibanjiri produk impor barang konsumsi sehingga produk lokal kehilangan daya saing.

Manakah kebijakan perdagangan internasional yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan Negara X?

  1. Meningkatkan kuota impor barang konsumsi agar harga barang di dalam negeri lebih stabil.
  2. Menghapus semua hambatan perdagangan agar negara lebih terbuka terhadap investasi asing.
  3. Memberikan subsidi dan insentif kepada industri lokal serta melakukan diversifikasi produk agar lebih kompetitif di pasar global.
  4. Menurunkan nilai tukar mata uang secara drastis untuk mendorong ekspor.
  5. Menurunkan tarif impor agar masyarakat menikmati barang konsumsi impor dengan harga murah.
Jawaban: C. Memberikan subsidi dan insentif kepada industri lokal serta melakukan diversifikasi produk agar lebih kompetitif di pasar global.
Opsi C langsung mengatasi akar masalah secara struktural. Opsi A, B, E akan memperparah defisit dan mematikan industri lokal. Opsi D berisiko tinggi.
Soal 26 Dumping & Ekspor

Dampak Tuduhan Dumping terhadap Ekspor Udang

American Shrimp Processors Association (ASPA) menuduh Indonesia melakukan praktik dumping dan menerima subsidi tidak adil dalam ekspor udang tropis beku. Akibat tuduhan ini, ekspor udang Indonesia menghadapi risiko dikenai bea masuk anti-dumping dan countervailing duty.

Jika tuduhan tersebut berlanjut dan pemerintah AS mengenakan bea masuk tambahan, manakah yang merupakan dampak logis terhadap daya saing ekspor udang Indonesia ke AS? (Jawaban benar lebih dari satu)

1. Harga jual udang Indonesia menjadi lebih rendah di pasar Amerika Serikat dibandingkan pesaing seperti India atau Ekuador.
2. Dapat menurunkan kepercayaan pembeli dan mencoreng reputasi produk perikanan Indonesia di pasar global.
3. Eksportir Indonesia harus meningkatkan sertifikasi perdagangan untuk menghindari diskriminasi tarif di masa mendatang.
4. Dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk mendominasi pasar udang beku karena dianggap memiliki harga yang kompetitif.
5. Dapat memicu negara tujuan lain untuk melakukan penyelidikan serupa terhadap produk ekspor Indonesia.
Jawaban: 2, 3, dan 5.
1: SALAH (Bea masuk membuat harga naik, bukan turun). 2: BENAR (Merusak citra). 3: BENAR (Sertifikasi membuktikan kepatuhan). 4: SALAH (Kehilangan daya saing). 5: BENAR (Efek domino).
Soal 27 Persamaan Dasar Akuntansi

Persamaan Dasar Akuntansi

  1. Diterima pembayaran tunai sebesar Rp10.000.000 dari klien atas jasa yang telah diberikan.
  2. Dibayar sewa kantor untuk 3 bulan ke depan sebesar Rp6.000.000 secara tunai.
  3. Membeli peralatan kantor senilai Rp12.000.000 secara kredit.
  4. Pemilik menambahkan investasi pribadi ke dalam perusahaan sebesar Rp15.000.000 melalui rekening bank.
  5. Menerima tagihan listrik bulan ini sebesar Rp800.000 yang belum dibayar.

Berdasarkan transaksi tersebut, manakah yang menyebabkan perubahan pada aset maupun kewajiban dalam persamaan dasar akuntansi? (Jawaban benar lebih dari satu)

1. Transaksi 1
2. Transaksi 2
3. Transaksi 3
4. Transaksi 4
5. Transaksi 5
Jawaban: Transaksi 3.
Transaksi 1: Kas (+) ; Pendapatan (+)Ekuitas β†’ Aset & Ekuitas ❌ Transaksi 2: Kas (-) ; Sewa Dibayar Dimuka (+) β†’ Hanya antar-aset ❌ Transaksi 3: Peralatan (+) ; Utang Usaha (+) β†’ Aset & Kewajiban βœ… Transaksi 4: Kas/Bank (+) ; Modal (+) β†’ Aset & Ekuitas ❌ Transaksi 5: Utang Listrik (+) ; Beban Listrik (-)Ekuitas β†’ Kewajiban & Ekuitas ❌
Soal 28 Perubahan Persamaan Akuntansi

Perubahan Persamaan Dasar Akuntansi

Kas = Rp10.000.000 | Piutang = Rp7.000.000 | Sewa dibayar dimuka = Rp6.000.000 Peralatan = Rp8.500.000 | Utang usaha = Rp8.000.000 | Modal = Rp23.500.000

Apabila perusahaan membayar utang sebesar Rp2.000.000 dan biaya bunga sebesar Rp50.000 maka perubahan persamaan dasar akuntansi yang benar adalah ....

  1. harta berkurang menjadi Rp23.450.000, utang berkurang menjadi Rp6.000.000, dan modal bertambah menjadi Rp29.450.000
  2. harta berkurang menjadi Rp29.450.000, utang berkurang menjadi Rp6.000.000, dan modal berkurang menjadi Rp23.450.000
  3. harta berkurang menjadi Rp29.500.000, utang berkurang menjadi Rp6.000.000, dan modal tetap sebesar Rp23.500.000
  4. harta bertambah menjadi Rp31.500.000, utang bertambah menjadi Rp8.000.000, dan modal tetap sebesar Rp23.500.000
  5. harta bertambah menjadi Rp33.550.000, utang bertambah menjadi Rp10.000.000, dan modal bertambah menjadi Rp23.550.000
Jawaban: B. Harta berkurang menjadi Rp29.450.000, utang berkurang menjadi Rp6.000.000, dan modal berkurang menjadi Rp23.450.000.
Total Aset awal = 10.000.000 + 7.000.000 + 6.000.000 + 8.500.000 = Rp31.500.000 Bayar utang Rp2.000.000: Kas (-) 2.000.000 ; Utang usaha (-) 2.000.000 Bayar bunga Rp50.000: Kas (-) 50.000 ; Beban bunga (-) 50.000 (modal turun) Total Aset akhir = 31.500.000 - 2.050.000 = Rp29.450.000 Utang akhir = 8.000.000 - 2.000.000 = Rp6.000.000 Modal akhir = 23.500.000 - 50.000 = Rp23.450.000
Soal 29 Menghitung Modal Awal

Menghitung Modal Awal

AkunJumlah
Pendapatan operasionalRp93.000.000
Pendapatan non operasionalRp300.000
Beban operasionalRp17.950.000
Beban non operasionalRp3.050.000
PriveRp2.500.000
Modal akhirRp195.000.000

Berdasarkan data tersebut, besarnya modal awal adalah ....

  1. Rp120.200.000
  2. Rp122.700.000
  3. Rp125.200.000
  4. Rp267.300.000
  5. Rp269.800.000
Jawaban: C. Rp125.200.000,00
Laba Bersih = (93.000.000 + 300.000) - (17.950.000 + 3.050.000) = 93.300.000 - 21.000.000 = Rp72.300.000 Modal Awal = Modal Akhir - Laba Bersih + Prive = 195.000.000 - 72.300.000 + 2.500.000 = Rp125.200.000

βœ… Rekap Jawaban Soal 1–29 (Paket 2)

1. D | 2. A | 3. B | 4. A* | 5. Pernyataan 3 & 4* | 6. D | 7. C | 8. 1, 2, 3 | 9. Salah, Benar, Salah 10. 1, 4, 5 | 11. Salah, Benar, Salah | 12. E | 13. E | 14. A | 15. E* | 16. 1, 3, 5 | 17. 1, 2 18. 1, 2, 3, 5 | 19. B | 20. 1, 2, 4 | 21. Opsi 2* | 22. D | 23. D | 24. E | 25. C | 26. 2, 3, 5 27. Transaksi 3* | 28. B | 29. C
*Catatan verifikasi terdapat pada pembahasan soal terkait.