Konsep Inflasi dan Deflasi
Inflasi adalah kecenderungan naiknya harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus. Kebalikan dari inflasi adalah deflasi, yaitu penurunan harga barang dan jasa secara umum.
Ilustrasi dampak inflasi terhadap daya beli masyarakat
Bank Indonesia biasanya menargetkan tingkat inflasi 2-4% per tahun untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Indeks Harga Konsumen (IHK)
IHK mengukur rata-rata perubahan harga barang/jasa yang dikonsumsi rumah tangga.
IHK = (Harga tahun berjalan / Harga tahun dasar) × 100
Inflasi = ((IHKt - IHKt-1) / IHKt-1) × 100%
Kalkulator IHK & Inflasi
Hasil perhitungan akan muncul di sini
Data IHK Indonesia (BPS 2019-2023)
| Tahun | IHK | Inflasi (%) | Faktor |
|---|---|---|---|
| 2019 | 103.9 | 2.72 | Stabil |
| 2020 | 105.7 | 1.68 | Pandemi |
| 2021 | 107.7 | 1.87 | Pemulihan |
| 2022 | 113.6 | 5.51 | Geopolitik |
| 2023 | 117.1 | 3.05 | Stabilisasi |
Sumber: BPS - Data diolah untuk pembelajaran
Penyebab Inflasi
- Demand-Pull: Permintaan > Penawaran
- Cost-Push: Kenaikan biaya produksi
- Ekspektasi: Perilaku antisipasi inflasi
- Imported: Kenaikan harga barang impor
Dampak Inflasi
Negatif:
- Menurunkan daya beli masyarakat
- Meningkatkan ketidakpastian ekonomi
- Memperburuk distribusi pendapatan
Positif (Inflasi Ringan 2-4%):
- Mendorong investasi dan produksi
- Mencegah deflasi/resesi
Studi Kasus: Inflasi Indonesia
| Tahun | Inflasi (%) | Kebijakan BI |
|---|---|---|
| 2020 | 1.68 | BI Rate 3.75% |
| 2021 | 1.87 | BI Rate 3.50% |
| 2022 | 5.51 | BI Rate 5.50% |
| 2023 | 3.05 | BI Rate 6.00% |
| 2024 | 2.85* | BI Rate 5.75%* |
*Proyeksi Bank Indonesia
Video edukasi inflasi oleh Bank Indonesia