Semua indikator berhasil diperbarui!

Simulator Ekonomi Nasional & Regional

Hitung indikator ekonomi secara dinamis dengan langkah-langkah perhitungan yang jelas, visualisasi chart interaktif, dan konteks lokal Banyuwangi.

9 Simulator Visualisasi Chart Level: Lanjutan
Learning Path — Ekonomi Kelas XI
1. PDB (Dasar)
2. PNB (Kewarganegaraan)
3. PNN (Penyusutan)
4. NNI (Pajak Tdk Langsung)
5. PI (Pendapatan Perseorangan)
6. DI (Pajak Langsung)
7. 🗺️ PDRB (Regional)
8. 📊 Simulasi Terpadu
9. 📈 Ringkasan

1. PDB (Produk Domestik Bruto)

Pengertian: Nilai seluruh barang dan jasa akhir yang diproduksi di dalam batas wilayah suatu negara dalam 1 tahun, tanpa memperhatikan siapa pemiliknya (asing/lokal).

Contoh Kontekstual: Pabrik otomotif milik Jepang yang beroperasi di Karawang dihitung dalam PDB Indonesia karena lokasinya di dalam wilayah Indonesia.

Nilai konsumsi tidak valid
Nilai investasi tidak valid
Nilai pengeluaran pemerintah tidak valid
Nilai ekspor tidak valid
Nilai impor tidak valid

Hasil Perhitungan

PDB = C + I + G + (X - M)
Rp2.300 T
Catatan: PDB adalah fondasi perhitungan pendapatan nasional. Semua indikator berikutnya merupakan penyesuaian dari nilai PDB ini.

2. PNB (Produk Nasional Bruto)

Pengertian: Nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara (WNI), baik yang berada di dalam maupun di luar negeri.

Perbedaan dengan PDB: PDB berdasarkan lokasi (di mana diproduksi), sedangkan PNB berdasarkan kewarganegaraan (siapa yang memproduksi).

Nilai pendapatan WNI tidak valid
Nilai pendapatan WNA tidak valid

Hasil Perhitungan

PNB = PDB + (Pendapatan WNI LN - Pendapatan WNA DN)
Rp2.320 T
Perhitungan: PDB (Rp2.300 T) + (Rp50 T - Rp30 T) = Rp2.320 T

3. PNN (Produk Nasional Neto)

Pengertian: Nilai bersih dari PNB setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) alat-alat produksi.

Konsep: Mesin, gedung, dan kendaraan yang dipakai untuk produksi akan mengalami penurunan nilai seiring waktu. Nilai ini harus dikurangkan untuk mendapatkan nilai "neto" yang sebenarnya.

Nilai penyusutan tidak valid

Hasil Perhitungan

PNN = PNB - Penyusutan
Rp2.200 T
Perhitungan: PNB (Rp2.320 T) - Penyusutan (Rp120 T) = Rp2.200 T

4. NNI (Pendapatan Nasional Neto)

Pengertian: Pendapatan nasional bersih yang dapat dinikmati masyarakat, setelah disesuaikan dengan pajak tidak langsung dan subsidi pemerintah.

Konsep: Pajak tidak langsung (seperti PPN) meningkatkan harga barang, sehingga mengurangi pendapatan riil. Sebaliknya, subsidi meringankan beban masyarakat.

Nilai pajak tidak langsung tidak valid
Nilai subsidi tidak valid

Hasil Perhitungan

NNI = PNN - Pajak Tidak Langsung + Subsidi
Rp2.150 T
Perhitungan: PNN (Rp2.200 T) - Pajak Tdk Langsung (Rp100 T) + Subsidi (Rp50 T) = Rp2.150 T

5. PI (Pendapatan Perseorangan)

Pengertian: Pendapatan yang benar-benar diterima langsung oleh masyarakat (rumah tangga), baik dari kerja, bunga, sewa, maupun bantuan pemerintah.

Penyesuaian: Dari NNI, kita tambahkan Transfer Payment (bantuan sosial), lalu kurangi Laba Ditahan perusahaan, Iuran Jaminan Sosial, dan Pajak Perseroan yang tidak langsung diterima individu.

Nilai transfer payment tidak valid
Nilai laba ditahan tidak valid
Nilai iuran tidak valid

Hasil Perhitungan

PI = NNI + Transfer Payment - (Laba Ditahan + Iuran + Pajak Perseroan)
Rp2.050 T
Perhitungan: NNI (Rp2.150 T) + Transfer (Rp100 T) - (Laba Ditahan (Rp80 T) + Iuran (Rp120 T)) = Rp2.050 T

6. DI (Disposable Income)

Pengertian: Pendapatan yang benar-benar dapat digunakan masyarakat untuk konsumsi atau ditabung, setelah dikurangi pajak langsung (seperti PPh).

Konsep: Ini adalah "uang bersih" yang masuk ke kantong rumah tangga setelah semua kewajiban pajak langsung dipenuhi.

Nilai pajak langsung tidak valid

Hasil Perhitungan

Disposable Income = PI - Pajak Langsung
Rp1.900 T
Perhitungan: PI (Rp2.050 T) - Pajak Langsung (Rp150 T) = Rp1.900 T

7. 🗺️ PDRB (Produk Domestik Regional Bruto)

Pengertian: Nilai seluruh barang dan jasa akhir yang diproduksi di suatu wilayah tertentu (provinsi/kabupaten) dalam 1 tahun.

Konteks Lokal (Banyuwangi & Jawa Timur): PDRB digunakan untuk mengukur kekuatan ekonomi daerah. Sebagai contoh, Kabupaten Banyuwangi memiliki PDRB yang ditopang kuat oleh sektor Pertanian (padi, perkebunan) dan sektor Jasa (pariwisata "The Sunrise of Java"). Sementara Jawa Timur secara keseluruhan memiliki keseimbangan yang kuat antara Pertanian, Industri, dan Jasa.

Wilayah Pertanian Industri Jasa Total PDRB
Jawa Timur1505004001.050
Banyuwangi (Contoh)8512095300
Kalimantan Timur80600200880
Jawa Barat120450350920
Bali50100500650
PDRB = Pertanian + Industri + Jasa (dan sektor lainnya)
Analisis: Perhatikan bagaimana Banyuwangi memiliki proporsi Pertanian dan Jasa yang signifikan, mencerminkan potensi agraris dan pariwisata daerah. Data riil dapat diverifikasi melalui publikasi BPS Kabupaten Banyuwangi.

8. 📊 Simulasi Terpadu: Dari PDB ke Pendapatan Disposabel

Capstone Project: Tabel ini menghubungkan semua rumus yang telah Anda pelajari di tab sebelumnya dalam satu layar. Ubah nilai pada kolom "Nilai", lalu klik tombol hitung untuk melihat alur penurunan pendapatan nasional secara otomatis.

⚠️ Perbaikan: Sekarang rumus PI sudah mencakup Iuran Asuransi dan rumus DI hanya mengurangi Pajak Langsung (sesuai teori ekonomi). Nilai default disamakan dengan tab 1–6 sehingga hasil konsisten.

No Komponen / Indikator Nilai (Rp Triliun) Keterangan / Rumus
1 Produk Domestik Bruto (PDB) Data Awal (GDP)
2 Pendapatan Neto terhadap LN WNI di LN - WNA di DN
3 Produk Nasional Bruto (PNB) Rp2.320 T = PDB + Pendapatan Neto LN
4 Penyusutan Barang Modal Depresiasi
5 Pendapatan Nasional Neto (PNN) Rp2.200 T = PNB - Penyusutan
6 Pajak Tidak Langsung PPN, Cukai, dll.
7 Subsidi Bantuan pemerintah
8 Transfer Payment Bansos, Pensiun, dll.
9 Pajak Perseroan + Laba Ditahan Laba tidak dibagikan + pajak badan
10 Iuran Asuransi / Jaminan Sosial Kontribusi wajib (BPJS)
11 Pendapatan Perseorangan (PI) Rp2.050 T = PNN - Pajak Tdk Langsung + Subsidi + Transfer - (Pajak Perseroan + Laba Ditahan + Iuran)
12 Pajak Langsung PPh, Pajak Kekayaan
13 Pendapatan Disposabel (DI) Rp1.900 T = PI - Pajak Langsung
Kesimpulan: Nilai Pendapatan Disposabel menunjukkan jumlah uang yang benar-benar tersedia bagi rumah tangga untuk dibelanjakan (Konsumsi) atau disimpan (Tabungan).

9. 📈 Ringkasan Indikator Ekonomi

Berikut adalah dashboard ringkasan dari semua indikator ekonomi yang telah Anda hitung. Gunakan ini untuk melihat tren penurunan nilai dari PDB hingga Disposable Income secara visual.

PDB

Rp2.300 T

PNB

Rp2.320 T

PNN

Rp2.200 T

NNI

Rp2.150 T

PI

Rp2.050 T

Disposable

Rp1.900 T
Indikator Rumus Inti Nilai (Rp Triliun)
PDBC + I + G + (X - M)2.300
PNBPDB + (Pend. WNI LN - Pend. WNA DN)2.320
PNNPNB - Penyusutan2.200
NNIPNN - Pajak Tdk Langsung + Subsidi2.150
PINNI + Transfer - (Laba Ditahan + Iuran + Pajak Perseroan)2.050
Disposable IncomePI - Pajak Langsung1.900