Prinsip Double Entry
Setiap transaksi mempengaruhi minimal 2 akun dengan posisi yang berlawanan (satu di Debit, satu di Kredit). Jumlah Debit harus sama dengan jumlah Kredit.
📖 Prinsip Dasar:
DEBIT = KREDIT
Setiap transaksi selalu memiliki dua sisi yang seimbang.
Aturan Debit & Kredit
| Kelompok Akun | Bertambah | Berkurang |
| Harta | Debit (+) | Kredit (−) |
| Utang | Kredit (+) | Debit (−) |
| Modal | Kredit (+) | Debit (−) |
| Pendapatan | Kredit (+) | Debit (−) |
| Beban | Debit (+) | Kredit (−) |
| Prive | Debit (+) | Kredit (−) |
🔑 Jembatan Keledai:
HE-B-P (Harta, Beban, Prive) → bertambah di DEBIT
U-M-P (Utang, Modal, Pendapatan) → bertambah di KREDIT
Langkah Analisis Transaksi
1
Identifikasi akun yang terpengaruhTentukan minimal 2 akun yang berubah akibat transaksi
2
Tentukan kelompok akunHarta / Utang / Modal / Pendapatan / Beban
3
Tentukan bertambah atau berkurangApakah akun tersebut bertambah atau berkurang?
4
Tentukan posisi Debit/KreditSesuai aturan: H-B bertambah di Debit, U-M-P bertambah di Kredit
📝 Contoh Analisis
Transaksi: "Diterima pendapatan jasa secara tunai Rp 1.000.000"
Analisis:
1. Akun terpengaruh: Kas dan Pendapatan Jasa
2. Kelompok: Kas = Harta, Pendapatan Jasa = Pendapatan
3. Perubahan: Kas bertambah, Pendapatan bertambah
4. Posisi: Kas → Debit Rp 1.000.000, Pendapatan → Kredit Rp 1.000.000