MATERI PERTEMUAN 13-14: Ciri-ciri Sosiologi sebagai Ilmu & Tiga Paradigma Sosiologi
Navigasi Cepat
Materi Sosiologi Lainnya
📘 Materi Sosiologi – Kelas X
Pertemuan 13 & 14
Pertemuan 13 – Sosiologi sebagai Ilmu Pengetahuan
Ciri-ciri Ilmu Pengetahuan dalam Sosiologi
- Empiris → Berdasarkan fakta nyata, dapat dibuktikan melalui observasi.
Contoh: Data kepadatan penduduk, angka kemiskinan. - Teoretis → Disusun secara logis, sistematis, dan memiliki kerangka teori.
Contoh: Teori perubahan sosial untuk menjelaskan modernisasi. - Kumulatif → Teori berkembang dari teori sebelumnya, dapat diperbaiki atau disempurnakan.
Contoh: Teori konflik Karl Marx dikembangkan oleh Ralf Dahrendorf. - Non-etis → Tidak menilai baik atau buruk, hanya menjelaskan fenomena apa adanya.
Contoh: Penelitian kriminalitas menjelaskan penyebab, bukan menghakimi. - Objektif → Hasil kajian sesuai data, bebas dari kepentingan pribadi.
Contoh: Data BPS tentang urbanisasi tanpa opini peneliti.
Pertemuan 14 – Penerapan Paradigma Sosiologi dalam Kehidupan Sosial
Tiga Paradigma Sosiologi
- Paradigma Fungsionalisme → Masyarakat sebagai sistem harmonis.
Contoh: Sekolah menyiapkan generasi muda; keluarga mendidik anak. - Paradigma Konflik → Masyarakat sebagai arena pertentangan kepentingan.
Contoh: Konflik buruh dan pengusaha tentang upah. - Paradigma Interaksionisme Simbolik → Menekankan makna & simbol dalam interaksi.
Contoh: Jabat tangan sebagai salam; tanda like 👍 sebagai apresiasi.
📊 Tabel Perbandingan
| Aspek | Ciri-ciri Ilmu Pengetahuan | Paradigma Sosiologi | Contoh Kasus |
|---|---|---|---|
| Empiris | Berdasarkan fakta nyata / observasi | Fungsionalisme & Konflik: data sosial nyata | Data pendapatan rumah tangga → analisis kemiskinan |
| Teoretis | Logis & sistematis, ada kerangka teori | Fungsionalisme & Konflik menjelaskan peran & konflik | Peran sekolah vs konflik ekonomi |
| Kumulatif | Teori berkembang & saling melengkapi | Paradigma saling mengkritik & memperbarui | Marx → Dahrendorf (konflik kelas modern) |
| Non-etis | Tidak menilai baik/buruk | Interaksionisme menafsirkan makna tanpa menghakimi | Penjelasan kriminalitas tanpa moral judgment |
| Objektif | Berdasarkan data, bebas subjektivitas | Fungsionalisme & Konflik analisis struktur & kekuasaan | Survey layanan kesehatan dipublikasikan tanpa bias |